Showing posts with label Aturan Pakai Ladyfem. Show all posts
Showing posts with label Aturan Pakai Ladyfem. Show all posts

Monday, October 31, 2016

LadyFem - Herbal khusus wanita ini, menjadi produk andalann semua wanita indonesiia untuk menjaga kesehatan organ wanita yang ia miliki. Sudah selayaknya wanita merawatnya agar bebas dariberbagaii bakteri dan jamur di sekitar kelamin. Untuk itu, hadir ladyfem sebagai solusi terbaik buat wanita.



Memang sangat banyak di luar sana produk herbal yang terkait organ intim wanita. Manakah yang baik? Soal baik atau tidak, semua tergantung dari anda sendiri. Yang jelas setiap produk mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kami tidak membandingkan dengan produk lain, sebab tidak etis jika harus melemahkan produk lain tanpa melihat produk yang kita jual. Agar lebih netral, anda saja yang bisa menentukannya.

Setelah anda mmembeli produk Ladyfem di website ini, tentu anda bingung bagaimana cara minum ladyfem yang baik. Panduan cara minum ladyfem ini dibuat bagi anda yang sedang mencari tata cara aturan minumnya. Berikut penjelasannya:

Aturan minum kapsul LADYFEM :
1- Minggu Pertama : sehari 2x pagi & malam (tiap minum 2 kapsul)
2- Minggu selanjutnya : sehari 1x pagi/malam (tiap minum 2 kapsul)

Penjelasan:
Pertama: Selama 1 minggu pertama, anda minum sebanyak 4 kapsul ladyfem. Dengan diminum 2 kali, yaitu di waktu Pagi hari minum 2 kapsul, dan Malam sebelum tidur 2 kapsul.
Cara ini sangat efektif untuk langkah awal agar kinerja Ladyfem di dalam tubuh bekerja dengan maksimal dan lebih cepat reaksinya.

Kedua: Pada minggu kedua, anda minum cukup 2 kapsul sehari. Yaitu: Pagi minum 1 kapsul dan malam 1 kapsul aja.
Cara ini dilihat sebagai penerus dari cara pertama agar masalah pada organ intim anda benar-benar bersih dan sehat kembali.

NB: Bila anda mempunyai masalah kronis seperti Miom, keputihan dan kista, harap seminggu setelah minum ladyfem selalu kontrol atau cek ke dokter setempat. Untuk melihat perkembangan selanjutnya bagaimana apa ada perubahan. Biasanya ada perubahan, semisal terdapat kista ukuran 1,5 centi, akan berubah jadi 0,7 centi. Itu tergantung kondisi benjolan anda yaaa... Sekedar contoh saja.

Bagaimana, sudah paham?

Bagi yang ingin memesan Ladyfem langsung ke Agen dan Stockistnya, silahkan ikuti cara pesannya klik di bawah ini:


http://jualladyfem.abepusat.com/p/produk-ladyfem.html





Admin - Stockist Ladyfem Rekomendasi Boyke Dian Nugraha

Sunday, February 17, 2013

Dalam keadaan normal, vagina memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna, dan jumlahnya tak berlebihan. Cairan ini berfungsi sebagai sistem perlindungan alami, mengurangi gesekan dinding vagina saat berjalan dan saat melakukan hubungan seksual.

Selain cairan, di jaringan vagina juga hidup kuman pelindung (flora doderleins). Pada keadaan normal, jumlahnya cukup dominan dengan fungsi menjaga keseimbangan ekosistem vagina. Nah, pada beberapa kondisi hormonal, keseimbangan itu terganggu. “Misalnya, saat stres, menjelang dan setelah haid, kelelahan, diabetes, saat terangsang, hamil, atau mengonsumsi obat-obat hormonal seperti pil KB,” jelas ginekolog dr. Arju Anita, Sp.OG.



Gangguan hormonal ini membuat cairan vagina yang keluar sedikit berlebih. Inilah yang disebut keputihan (lekore atau flour albus). “Tapi keputihan akibat perubahan hormonal biasanya masih dalam taraf normal karena tidak ada perubahan warna, bau, atau rasa gatal,” lanjutnya.

Lain hal dengan keputihan yang sifatnya abnormal yang umumnya dipicu kuman penyakit (pathogen) dan menyebabkan infeksi. Akibatnya, timbul gejala-gejala yang sangat mengganggu, seperti berubahnya warna cairan menjadi kekuningan hingga kehijauan, jumlah berlebih, bahkan bisa sampai keluar dari celana dalam, kental, lengket, berbau tidak sedap atau busuk, terasa sangat gatal atau panas, dan menimbulkan luka di daerah mulut vagina.


Jika itu yang terjadi, lebih baik konsultasi ke dokter kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium dengan cara mengambil sedikit cairan untuk diperiksa, mengandung kuman atau tidak.

1. JAMUR VS VIRUS
Keputihan bisa karena banyak hal. Benda asing, luka pada vagina, kotoran
dari lingkungan, air tak bersih, pemakaian tampon atau panty liner berkesinambungan. Semua ini potensial membawa jamur, bakteri, virus, dan parasit:

a. Jamur Candidas atau Monilia
Warnanya putih susu, kental, berbau agak keras, disertai rasa gatal pada vagina. Akibatnya, mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang. Biasanya, kehamilan, penyakit kencing manis, pemakaian pil KB, dan rendahnya daya tahan tubuh menjadi pemicu. Bayi yang baru lahir juga bisa tertular keputihan akibat Candida karena saat persalinan tanpa sengaja menelan cairan ibunya yang menderita penyakit tersebut.

b. Parasit Trichomonas Vaginalis
Ditularkan lewat hubungan seks, perlengkapan mandi, atau bibir kloset. Cairan keputihan sangat kental, berbuih, berwarna kuning atau kehijauan dengan bau anyir. Keputihan karena parasit tidak menyebabkan gatal, tapi liang vagina nyeri bila ditekan.

c. Bakteri Gardnella
Infeksi ini menyebabkan rasa gatal dan mengganggu. Warna cairan keabuan, berair, berbuih, dan berbau amis. Beberapa jenis bakteri lain juga memicu munculnya penyakit kelamin seperti sifilis dan gonorrhoea.

d. Virus
Keputihan akibat infeksi virus juga sering ditimbulkan penyakit kelamin, seperti condyloma, herpes, HIV/AIDS. Condyloma ditandai tumbuhnya kutil-kutil yang sangat banyak disertai cairan berbau. Ini sering pula menjangkiti wanita hamil. Sedang virus herpes ditularkan lewat hubungan badan. Bentuknya seperti luka melepuh, terdapat di sekeliling liang vagina, mengeluarkan cairan gatal, dan terasa panas. Gejala keputihan akibat virus juga bisa menjadi faktor pemicu kanker rahim.














Baca Lengkap Tentang Wanita di sini : Herbal Khusus WANITA LadyFem


Best Regards

Categories

Powered by Blogger.

About Me

Followers

LadyFem Rekomendasi Boyke

Toko Jual LadyFem Boyke


Agen Fiforlif rekom.Boyke

Popular Posts

Labels

Pengunjung

Toko Pengencang Payudara

Toko Pengencang Payudara